Pertamina Sub-sub

  • Bagikan

Maka setiap kali dimintai pendapat soal restrukturisasi di BUMN, saya selalu mengatakan: lakukan segera. Sekarang. Mumpung Presiden Jokowi mampu mengendalikan politik hampir secara mutlak.

Tentu sehebat apa pun restrukturisasi, itu hanya alat. Hasilnya tetap di tangan orang yang memegang alat itu.

Misalnya: apakah dengan restrukturisasi ini produksi minyak Pertamina langsung bisa naik. Mungkin tidak. Kalau toh naik itu karena blok Rokan kini menjadi milik Pertamina. Untuk menaikkan produksi minyak tetap harus menemukan sumur baru. Dan itu perlu waktu lama.

Atau: apakah setelah restrukturisasi mendadak kilang-kilang minyak Pertamina menjadi lebih efisien. Tentu tidak. Itu lebih dihasilkan oleh kinerja di lapangan –yang tetap di tangan tim yang lama.

Saya bayangkan di pusat Pertamina kini juga akan berubah total. Tidak ada lagi pekerjaan operasional. Proyek-proyek besar akan otomatis pindah ke sub-holding. Mestinya.

Demikian juga soal penataan aset. Apakah akan dilakukan sentralisasi aset? Kalau aset masih tetap di sub-holding bagaimana kalau sub-holding itu nanti go public?

Setahun ke depan kelihatannya Pertamina masih akan sibuk dengan urusan yang terkait restrukturisasi ini.

Tapi langkah besar telah diayunkan. Layar besar telah dibentangkan. Tinggal buaya-buaya akan lari ke mana.

(Dahlan Iskan)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan