Anggap Taliban Berbohong soal Pemerintahan Inklusif, Prancis Tolak Akui Taliban

Minggu, 12 September 2021 21:36

Taliban

FAJAR.CO.ID, PARIS – Belum sebulan Taliban berkuasa di Afghanistan, janji-janji manis kelompok militan itu soal pemerintahan inklusif, hak lebih besar untuk perempuan dan berbagai kebijakan moderat lainnya, sudah dianggap sebagai kebohongan besar.

Adalah pemerintah Prancis yang menjatuhkan vonis tersebut kepada Taliban. “Mereka mengatakan mereka akan membiarkan beberapa orang asing dan warga Afghanistan pergi dengan bebas dan (berbicara) tentang pemerintahan yang inklusif dan representatif, tetapi mereka berbohong,” kata Menteri Luar Negeri Jean-Yves Le Drian di France 5 TV, Sabtu (11/5).

Dia bahkan dengan tegas mengatakan bahwa pemerintah telah mengharamkan segala bentuk hubungan dengan rezim Taliban.

“Prancis menolak untuk mengakui atau memiliki hubungan apa pun dengan pemerintah ini. Kami menginginkan tindakan dari Taliban dan mereka akan membutuhkan ruang bernafas ekonomi dan hubungan internasional. Terserah mereka.” katanya.

Paris telah mengevakuasi sekitar 3.000 orang dan telah mengadakan pembicaraan teknis dengan Taliban untuk memungkinkan keberangkatan tersebut.

Le Drian, yang menuju ke ibu kota Qatar, Doha, Minggu, mengatakan masih ada beberapa warga negara Prancis dan beberapa ratus warga Afghanistan yang memiliki hubungan dengan Prancis yang tersisa di Afghanistan. (ant/jpnn/fajar)

Bagikan berita ini:
1
5
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar