Antisipasi Kebakaran, Kanwil Kemenkumham Sulsel Benahi Sistem Kelistrikan Lapas

Minggu, 12 September 2021 17:31

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pasca insiden kebakaran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang, mitigasi risiko kebakaran langsung diinstruksikan. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Selatan, Harun Sulianto yang langsung turun tangan.

Seluruh Unit Pelaksana Teknik, baik Lapas, Rutan, Bapas, maupun Rupbasan, se-Sulsel diberi arahan untuk melakukan itu. Arahan dilakukan via daring. Tujuannya untuk mengantisipasi dan meminimalisir risiko terjadinya kebakaran di dalam Lapas/Rutan.

Menurut Harun, mitigasi risiko merupakan tindakan terencana dan berkelanjutan agar dapat mencegah, mengurangi dampak dari suatu kejadian yang berpotensi merugikan, atau membahayakan pemilik risiko tersebut.

Beberapa hal jadi pergantian penting, mulai dengan melakukan penertiban sambungan listrik ilegal dan barang larangan yang berpotensi menimbulkan kebakaran. Kemudian melakukan koordinasi dengan PLN dan Asosiasi Kontraktor listrik setempat terkait perbaikan dan pemeliharaan jaringan listrik.

Selain itu, memasang Miniature Circuit Breaker (MCB) atau pemutus sirkuit miniatur di setiap blok hunian juga dianggap perlu, sehingga jika ada penggunaan listrik melebihi batas yang ditentukan atau korsleting, hanya listrik di blok hunian tersebut yang padam.

”Hal ini tentu akan memudahkan kita semua dalam melakukan pengawasan di dalam Lapas dan Rutan,” kata Harun, Minggu (12/9/2021).

Lebih lanjut Harun mengatakan, pihaknya akan selalu melakukan koordinasi dengan pihak pemadam kebakaran tentang perawatan, pemeliharaan, dan penempatan alat pemadam kebakaran serta penentuan jalur evakuasi bagi mobil pemadam kebakaran.

”Kami akan melakukan sosialisasi kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dan para petugas di sana terkait mitigasi risiko tentang kebakaran. Bila memungkinkan, kami juga akan lakukan simulasi,” lanjutnya.

Sementara Kepala Divisi Pemasyarakatan Edi Kurniadi mengingatkan kepada seluruh jajarannya untuk tetap semangat dalam bertugas. Mereka diminta terus memberikan hak WBP secara maksimal agar mereka memenuhi kewajibannya.

”Minimal WBP ini bisa memulai kesadaran dengan mematikan listrik yang tidak diperlukan. Begitu juga untuk pegawai saat pulang kantor dan melaksanakan tugas sesuai aturan,” jelasnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh jajaran Kanwil Kemenkumham Sulsel via daring. Hanya beberapa saja yang hadir langsung di Lapas Makassar, seperti Kepala Bidang Pembinaan Rahnianto, Kalapas Makassar Hernowo, KaRutan Makassar Sulistiadi dan KaRupbasan Makassar Arifuddin. (ikbal/fajar)

Bagikan berita ini:
8
3
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar