Tawaran Kerja di BUMN, Novel Baswedan: Bagi Kami Itu Adalah Suatu Penghinaan

Senin, 13 September 2021 22:19

Penyidik senior KPK Novel Baswedan (Miftahulhayat/Jawa Pos)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menyesalkan, adanya tawaran bagi pegawai pegawai KPK nonaktif dipekerjakan pada BUMN. Novel mengaku beberapa rekannya telah disodorkan surat tersebut.

“Iya beberapa kawan-kawan dihubungi oleh insan KPK yang diyakini dengan pengetahuan Pimpinan KPK diminta untuk menandatangani dua lembar surat. Yaitu permohonan pengunduran diri dan permohonan agar disalurkan ke BUMN,” kata Novel kepada JawaPos.com, Senin (13/9).

“Bagi kami itu adalah suatu penghinaan,” imbuhnya.

Novel menegaskan, pihaknya bekerja di KPK untuk berjuang melawan korupsi, tidak hanya untuk bekerja. Menurutnya, hal ini semakin jelas bahwa upaya sistematis untuk membunuh pemberantasan korupsi.

“Hal ini semakin menggambarkan adanya kekuatan besar yang ingin menguasai KPK untuk suatu kepentingan yang bukan kepentingan memberantas korupsi,” sesal Novel.

Senada juga disampaikan pegawai KPK nonaktif, Benedycitus Siumlala menegaskan dirinya akan menolak surat tersebut. Dia menyebut, hal itu bukan jalan keluar untuk menyelesaikan polemik TWK.

“Kalau saya pribadi jelas menolak mas. Bukan itu jalan keluarnya, dan nggak ada opsi itu di rekomendasi ORI dan KHAM. Saya pribadi nggak mau menghamba pimpinan. Surat itu isinya feodal sekali,” cetus Benedyctus.

Bagikan berita ini:
10
9
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar