Buru Bekas Musuhnya, Taliban Dianggap Ingkar Janji Soal HAM

Selasa, 14 September 2021 11:36

Rakyat Afghanistan beraktivitas, sementara anggota Taliban mengawasi (Reuters)

FAJAR.CO.ID, JENEWA– PBB mengatakan Taliban yang saat ini menjadi penguasa Afghanistan, ingkar janji soal hak asasi manusia. Termasuk dengan memerintahkan perempuan tinggal di rumah dan menghalangi anak-anak perempuan bersekolah.

Taliban juga melakukan penggeledahan dari rumah ke rumah untuk memburu orang-orang yang dulu merupakan musuhnya menurut Komisioner Tinggi untuk Hak Asasi Manusia Michelle Bachelet.

“Berbeda dengan jaminan yang dinyatakan bahwa Taliban akan menjunjung hak-hak perempuan, selama tiga pekan terakhir ini perempuan malah semakin diabaikan dari lingkungan masyarakat,” kata Bachelet kepada Dewan Hak Asasi Manusia di Jenewa, Swiss.

Ia juga menyatakan kekecewaan pada susunan pemerintah Taliban, yang didominasi oleh etnis Pashtun. Bachelet mencatat bahwa tidak ada ada perempuan dalam susunan tersebut.

Bachelet melaporkan bahwa di beberapa daerah, anak-anak perempuan berusia di atas 12 tahun dilarang bersekolah. Larangan itu merupakan aturan yang kembali diterapkan oleh Taliban seperti ketika kelompok itu berkuasa pada 1996-2001, sebelum dijatuhkan oleh serangan yang dipimpin Amerika Serikat.

Bagikan berita ini:
6
9
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar