Guru Besar UGM: Harus Ada Sikap Jelas dan Tegas dari Presiden Jokowi terkait Polemik TWK

Selasa, 14 September 2021 18:45

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pesan kepada anak-anak Indonesia dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional...

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Guru Besar Universitas Gajah Mada (UGM), Sigit Riyanto mengkritik penyelenggaraan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) bagi pegawai KPK. Dia menilai kegiatan itu tidak relevan. Karena itu dia berharap Presiden Joko Widodo (Jokowi) bisa mengambil sikap yang jelas untuk masa depan pemberantasan korupsi.

“Pelaksanaan TWK tersebut tidak relevan, tidak kredibel dan tidak adil. Bahkan, diduga terdapat kejanggalan dalam pelaksanaannya. Kejanggalan itu ada pada desain serta pelaksanaan TWK yang telah dikonfirmasi oleh lembaga negara yakni Komnas HAM dan Ombudsman Republik Indonesia (ORI),” kata Sigit di Jakarta, Selasa (14/9).

Sigit juga menuturkan, alih status pegawai KPK menjadi ASN merupakan amanah Undang-undang. Dengan adanya TWK tidak memiliki kaitan dengan Undang-undang maupun fungsi para pegawai.

“Temuan kedua Lembaga negara tersebut telah mengkonfirmasi bahwa TWK dilakukan tanpa standar yang jelas, objektif dan transparan,” jelasnya.

Oleh karena itu, sikap Presiden sangat penting dalam kondisi seperti sekarang. Karena itu, Jokowi sebagai kepala negara punya kesempatan untuk menunjukkan komitmennya pada aspirasi publik dan menentukan sikap yang jelas bagi masa depan pemberantasan korupsi di Indonesia.

Bagikan berita ini:
2
10
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar