Pertama dalam Sejarah, Prabowo Kirim Putra Putri Terbaik Bangsa ke Akmil Australia

Selasa, 14 September 2021 17:05

Menhan RI Prabowo Subianto dan Menteri Pertahanan Australia Peter Dutton (foto: dok Kemhan RI)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Menteri Pertanan, Prabowo Subianto menerima Kunjungan Kehormatan Menteri Pertahanan Australia Mr. Peter Dutton, di Kementerian Pertahanan, Jakarta.

Kunjungan ini dalam rangka mempererat dan meningkatkan hubungan kerjasama kedua negara khususnya di bidang pertahanan yang sudah terjalin sangat baik.

Dalam pertemuan ini, Prabowo membahas sejumlah hal mulai dari apresiasi atas bantuan Australia di evakuasi KRI Nanggala-402, hingga pemberian 15 unit kendaraan lapis baja Bushmaster.

Prabowo dan Dutton juga setuju untuk memperpanjang kerja sama militer antara kedua negara.

Salah satunya adalah pengiriman kadet putra-putri Indonesia ke Australian Defence Force Academy di Northcott.

“Pertama kali dalam sejarah, kami akan mengirimkan putra dan putri kami untuk berlatih di akademi militer Australia. Jadi ini adalah momen bersejarah,” ujar Prabowo dalam keterangannya, Senin (13/9/2021).

Menhan Prabowo juga menawarkan bahwa prajurit militer Australia mendapatkan slot tambahan jika ingin belajar Bahasa Indonesia. Harapan lain dari Prabowo adalah agar latihan bersama terus digencarkan, terutama latihan di wilayah Australia.

Tak hanya itu, Prabowo juga siap bersikap terbuka kepada Australia untuk menjelaskan program-program Indonesia untuk meningkatkan postur pertahanannya di masa depan.

Menteri Pertahanan Australia, Peter Dutton mengaku siap menyambut kadet-kadet dari Indonesia untuk menuntut ilmu serta membangun relasi. Ia menambahkan bahwa sudah ada kadet dari Indonesia yang belajar di Australia.

“Saya menantikan menjadi tuan rumah bagi kadet dari angkatan bersenjata Indonesia untuk belajar di fasilitas-fasilitas pertahanan Australia,” ujarnya.

Dutton berkata sudah ada 35 officer dari Indonesia, beserta keluarganya, yang berada di Australia dan menuntut ilmu di kampus pertahanan Australia.

Selain itu, Dutton juga menyorot kemitraan Indonesia-Australia untuk saling membantu, baik ketika KRI Nanggala-402 tenggelam, tsunami, kebakaran hutan, serta COVID-19. (dra/fajar)

Bagikan berita ini:
6
6
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar