Longsor di Enrekang, Alih Fungsi Hutan Lindung jadi Lahan Perkebunan

Rabu, 15 September 2021 10:26

RACHMAT ARIADI/FAJAR Lokasi longsor Desa Saruran, Kecamatan Anggeraja Kabupaten Enrekang.

FAJAR.CO.ID, ENREKANG — Beberapa wilayah di Kabupaten Enrekang mengalami longsor diantaranya, di Desa Saruran, Kecamatan Anggeraja, Desa Balla, dan dua titik desa Lunjen Kecamatan Buntu Batu Kabupaten Enrekang.

Intensitas hujan yang cukup tinggi menjadi salah satu faktor mengakibatkan terjadinya longsor di sejumlah wilayah Enrekang itu. Faktor lainnya, adanya pembukaan lahan perkebunan bawang yang massif dilakukan masyarakat sehingga hilangnya pohon pelindung di area tebing.

Seperti di titik longsor di Desa Saruran, Kecamatan Anggeraja, yang merupakan kebun bawang milik warga. Akibatnya, jalan yang menghubungkan lima kecamatan yakni, Anggaraja, Baraka, Buntu Batu, Malua, dan Bungin sempat terputus.

“Memang agak rawan, karena di sana rata-rata lahan perkebunan bawang. Jadi tidak ada lagi pohon-pohon yang melindungi,” ujar Sekertaris BPBD Enrekang, Usman, beberapa waktu lalu.

Pengamat lingkungan Universitas Hasanuddin (Unhas) Prof Anwar Daud mengatakan, dari segi lingkungan Kabupaten Enrekang saat ini sudah memasuki kategori rusak berat. Banyaknya hutan yang digunduli untuk dijadikan lahan perkebunan bawang membuat Enrekang sangat rawan bencana alam, seperti longsor dan banjir.

Bagikan berita ini:
3
5
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar