Longsor di Enrekang, Alih Fungsi Hutan Lindung jadi Lahan Perkebunan

Rabu, 15 September 2021 10:26

RACHMAT ARIADI/FAJAR Lokasi longsor Desa Saruran, Kecamatan Anggeraja Kabupaten Enrekang.

“Kalau kita lihat sebenarnya intesitas hujan belum terlalu. Tapi karena banyak pohon yang sudah ditebang untuk dijadikan lahan bawang membuat Enrekang sangat rawan. Lingkungannya sudah dalam kategori rusak berat,” ungkapnya, saat dihubungi FAJAR, Selasa, 14 September.

Pemerintah Daerah (Pemda) yang seharusnya memberikan kesadaran kepada masyarakat kata dia, hanya berdiam diri dan menyaksikan kerusakan. Ditambah lagi, tidak adanya Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur soal pembukaan lahan kebun sepertiu bawang ini.

Prof Anwal juga mengungkapkan, beberapa hutan lindung di Kabupaten Enrekang juga sudah dialihfungsikan menjadi lahan perekebunan. Padahal, pohon-pohon yang ada di hutan itu sangan berefek untuk menyerap air, dan menahan terjadinya longsor.

“Hutan lindung banyak sekali di Enrekang, tapi banyak juga dilanggar masyarakat, pemerintah diam aja. Ciri-cirinya itu memiliki kemiringan 45 derajat, itu sudah masuk hutang lindung, meski itut ebing atau bukit. Tapi ini dialihfungsikan jadi lahan perkebunan,” jelasnya.

“Bahkan, di bawah gunung latimojong aja sudah digarap, bahanya itu. Kalau mau perkebunan baiknya tanaman keras bukan tanaman musiman. Pemda harus segera buat Perda mengenai ini untuk mengontrol masyarakat. Kalau tidak, beberapa tahun yang akan datang Enrekang bisa jadi langganan bencana alam,” lanjut Prof Anwar.

Bagikan berita ini:
9
3
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar