Pegawai Nonaktif KPK Bersama Koalisi Masyarakat Sipil Dirikan Kantor Darutat Pemberantasan Korupsi

Rabu, 15 September 2021 20:06

Pegawai nonaktif KPK bersama koalisi masyarakat sipil mendirikan Kantor Darurat Pemberantasan Korupsi di depan Gedung AC...

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pegawai nonaktif Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama dengan koalisi masyarakat sipil mendirikan Kantor Darurat Pemberantasan Korupsi di depan Gedung ACLC KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (15/9).

Hal ini merespon langkah Pimpinan KPK yang dikomandoi Firli Bahuri, resmi memecat 57 pegawai yang gagal asesmen tes wawasan kebangsaan (TWK) pada 30 September 2021 mendatang.

Adapun mereka yang resmi dipecat antara lain Novel Baswedan, Yudi Purnomo Harahap, Rizka Anungnata, Harun Al Rasyid, Ita Khoiriyah, Rasamala Aritonang, Farid Andhika dan lain-lain.

“Kantor darurat ini adalah sebagai bentuk kekecewaan terhadap kinerja KPK dan pemberantasan korupsi di Indonesia saat ini,” kata tim kuasa hukum 57 pegawai KPK, Saor Siagian di depan Gedung ACLC, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (15/9).

Saor menyampaikan, pada kantor darurat tersebut masyarakat bisa menyampaikan aspirasinya kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait isu pemberantasan korupsi. Terkhusus, isi surat itu terkait pembatalan TWK yang memecat 57 pegawai.

Bagikan berita ini:
10
9
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar