Polisi Mulai Usut Dugaan Pencemaran Nama Baik Wali Kota Makassar

Rabu, 15 September 2021 14:10

Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Laporan soal dugaan pencermaran nama baik Wali Kota Makassar, Muhammad Ramdhan Pomanto yang diduga dilakukan oleh seorang demonstran bernama Akbar Muhammad (AM) telah diterima polisi.

Laporan itu dilakukan oleh tim kuasa hukum Danny-Fatma yang dipimpin oleh Benny Iskandar pada Senin (13/9/2021) sekitar pukul 16.00 WITA.

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Jamal Fathur Rakhman, mengatakan, laporan itu telah diterima dan saat ini masih didalami polisi terkait laporan yang belum cukup sepekan masuk ke kantor polisi itu.

“Kami sudah terima laporan dari PH wali kota tentang pencemaran nama baik dan semetara masih memeriksa laporan tersebut,” kata Jamal, Rabu (15/9/2021).

Mantan Kapolsek Panakkukang ini juga mengaku, sudah ada beberapa orang saksi yang diperiksa. Namun Jamal enggan menrinci siapa saja saksi-saksi tersebut.

“Saat ini masih memeriksa beberapa saksi laporan tersebut,” singkatnya kepada jurnalis Fajar.co.id.

Sebelumnya diberitakan, Benny bersama timnya melaporkan seorang aktivis bernama Akbar Muhammad alias Akbar Jalarambang ke Polrestabes Makassar.

Pihaknya telah melaporkan AM karena dianggap telah menuduh DP yang diduga terlibat kasus rampok uang rakyat atau korupsi di PDAM Makassar.

Benny bilang, terlapor AM telah melakukan aksi demonstrasi di kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel pada 8 September 2021 dan menyatakan, DP sebagai orang nomor satu di Makassar itu diduga korupsi di perusahaan plat merah tersebut.

Padahal kata Benny, tuduhan itu tidak benar dan tak mendasar sehingga membuat kliennya geram dan berinisiatif melaporkan AM ke polisi untuk diproses hukum.

“Kalau dia (AM) mendalilkan, ya harus buktikan (DP diduga terlibat korupsi di PDAM Makassar. Publik ini tahu bahwa sampai saat ini belum ada proses hukum terkait apa yang dituntut AM,” kata Benny, kepada wartawan.

Dia menambahkan, apa yang dinyatakan oleh terlapor dalam aksinya beberapa waktu lalu, lanjut Benny, telah melanggar UU ITE dan pencemaran nama baik.

“Fitnah dan pencemaran nama baik. Dasarnya menyebut DP itu terlibat apa? Apakah sudah ada proses hukum yang dimulai?Apakah ada dua alat bukti yang cukup untuk menyatakan dua orang itu terbukti, terlibat?,” tanya Benny usai melapor. (Ishak/fajar)

Bagikan berita ini:
10
3
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar