Puluhan TKW Indonesia di Irak Nangis Minta Pulang

Rabu, 15 September 2021 08:49

Tiga TKW Indonesia di Irak ini meminta dipulangkan ke Tanah Air.

FAJAR.CO.ID– Puluhan tenaga kerja wanita atau TKW Indonesia di Irak menangis minta dipulangkan ke Tanah Air.

Para TKW Indonesia di Irak itu mengirimkan video permintaan agar dibantu pemulangannya ke Indonesia.

Sebagian besar TKW Indonesia di Irak tersebut bekerja sebagai asisten rumah tangga.

Beberapa TKW Indonesia di Irak mengaku tertipu. Walnya, mereka dijanjikan untuk bekerja di Turki, tetapi malah dibawa ke Irak.

Sebagiannya lagi mengaku disiksa majikan. Ada pula yang mengaku ketakutan tinggal di Irak lantaran negara tersebut kembali bergejolak.

Diktehaui, akhir pekan lalu, ada tiga bom meledak di Provinsi Karbala, Irak. Akibatnya, tiga orang luka, termasuk dua polisi.

Bom dipasang di mobil patroli polisi dan kendaraan milik warga sipil. Bom tersebut meledak di distrik al-Khanafesa pada Sabtu (11/9/2021).

Peristiwa itu membuat para TKW Indonesia di Irak ketakutan. Mereka takut menjadi korban kerusuhan di negara yang pernah dipimpin Saddam Hussein itu.

Sahlia binti Sahriya, TKW asal Bekasi Jawa Barat yang bekerja di Erbil Irak mengaku sering mendengar suara tembakan.

“Saya ingin pulang, tolong bantu saya pulang,” pinta Sahlia dalam video yang diterima Pojoksatu.id, Rabu (15/9).

Hal senada disampaikan Jamilah binti Mansyur, Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Majalengka.

“Saya bekerja di Irak. Saya di sini ketakutan karena terdengar suara bom dan tembakan beberapa kali,” akunya.

Menurut Jamilah, keluarganya merasa khawatir dengan keberadaannya di Irak.

“Karena di Irak negara perang dan pihak KBRI tidak mendengarkan keluhan saya di sini,” jelasnya.

Ia meminta bantuan kepada DPC Badan Advokasi Indonesia atau BAI Jakarta Timur untuk membantu memulangkan dirinya ke Tanah Air.

“Tolong bantu saya, saya ingin pulang ke Indonesia,” pinta Jamilah.

TKW Lombok Ditipu Agency

Lain halnya dengan Nur Falah, TKW Indonesia asal Lombok yang bekerja di Erbil, Irak. Ia mengaku ditipu oleh agency.

“Saya di sini ditipu oleh agency saya. Saya sebenarnya tidak mau bekerja di sini. Agen saya bilang saya akan bekerja di Turki, bukan di Irak,” ucapnya.

“Saya merasa ketakutan di sini. Saya selalu dibentak-bentak sama majikan saya,” tambahnya.

Nur Falah meminta bantuan kepada pemerintah Indonesia dan DPC BAI Jakarta Timur untuk membantunya pulang ke Indonesia.

“Saya mohon kepada DPC BAI Jakarta Timur membantu saya. Saya sudah tidak tahan kerja di sini,” ujar TKW Indonesia di Irak tersebut. (one/pojoksatu)

Bagikan berita ini:
1
1
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar