Tegas Tolak Hadirnya Negara Palestina, PM Israel: Bisa Membawa Situasi Mengerikan

Rabu, 15 September 2021 14:28

Perdana Menteri Israel, Naftali Bennett(The Times of Israel)

FAJAR.CO.ID, TEL AVIV– Perdana Menteri Israel, Naftali Bennett kembali menegaskan penolakannya terhadap ide pembentukan negara Palestina. Pernyataan itu ia sampaikan setelah bertemu dengan Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi pada Selasa (14/9) malam.

“Saya menentang negara Palestina. Saya pikir itu akan menjadi kesalahan besar yang akan membawa situasi mengerikan di Gaza dan menimpa Yudea dan Samaria,” kata Bennett kepada KAN News, Rabu (15/9/2021).

Bennet menilai, jika Hamas atau kelompok radikal Palestina lainnya berhasil menguasai Tepi Barat yang kini dikuasai pemerintah resmi Palestina, hidup warga Israel yang tinggal di Kfar, Saba, dan Raanana akan berubah menjadi neraka.

“Saya tidak akan membiarkannya,” ujar Bennett seperti dikutip The Jerusalem Post.

Menurut Bennet, saat ini pembentukan negara Palestina saat ini tidak memungkinkan sehingga pertanyaan soal dirinya mendukung ide itu juga tidak relevan.

Meski begitu, Bennet menekankan penting untuk memberikan peluang ekonomi bagi warga Palestina demi meningkatkan kesejahteraan mereka.

“Pandangan saya (soal Palestina) sangat berorientasi bisnis,” ucapnya.

“Jika kita menciptakan lebih banyak bisnis, memperkuat ekonomi dan meningkatkan kondisi kehidupan semua orang di Yudea dan Samaria, itu akan lebih baik,” sambungnya.

Selain itu, Bennett juga menyampaikan bahwa ia tidak berniat untuk berkomunikasi dengan Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas.

“Saya tidak melihat logika dalam bertemu atau berbicara dengan seseorang (Abbas) yang menuntut tentara Israel dan komandan mereka di Pengadilan Kriminal Internasional di Den Haag,” tuturnya.

Bennett, yang menjabat sebagai PM Israel pada Juni lalu, memang memiliki riwayat membenci Palestina. Politikus sayap kanan garis keras pernah mengatakan, bahwa pembentukan negara Palestina merupakan tindakan bunuh diri bagi Israel. (fin/fajar)

Bagikan berita ini:
7
9
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar