Jabar Punya Pabrik Listrik Terbesar, Ridwan Kamil: Mari Mewariskan Masa Depan Lebih Hijau

Kamis, 16 September 2021 10:03
Jabar Punya Pabrik Listrik Terbesar, Ridwan Kamil: Mari Mewariskan Masa Depan Lebih Hijau

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mendampingi Presiden Joko Widodo groundbreaking pabrik baterai listrik HKML Battery Indonesia di Karawang, Rabu (15/9/2021).

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Indonesia menjadi negara terdepan dalam transformasi industri kendaraan ramah lingkungan di dunia. Maret 2022, mobil listrik pertama secara masal akan dihadirkan dari pabrik di Karawang, Jawa Barat dan 2023 baterai listrik pertama secara massal akan hadir pula dari Karawang.

Presiden Joko Widodo baru saja melakukan groundbreaking pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik pertama di Indonesia, Rabu (15/9/2021). Tak hanya di Indonesia, pabrik milik PT HKML Battery Indonesia yang berlokasi di Kompleks Karawang New Industrial City, Kabupaten Karawang tersebut juga merupakan pabrik baterai kendaraan listrik pertama yang ada di Asia Tenggara.

“Kita patut bersyukur hari ini bisa menyaksikan groundbreaking pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik pertama di Indonesia dan bahkan yang pertama di Asia Tenggara,” ujar Presiden Jokowi dalam sambutannya saat peresmian.

Presiden Jokowi mengatakan bahwa pemerintah Indonesia akan berkomitmen penuh untuk memberikan dukungan dan pengembangan ekosistem industri baterai dan kendaraan listrik.

Pemerintah juga akan terus menggulirkan reformasi struktural untuk memberikan kepastian hukum dan kemudahan perizinan kepada para pelaku usaha dan para investor dalam mengembangkan usahanya di Tanah Air.

“Pemerintah juga terbuka atas berbagai inisiatif kerjasama dengan negara-negara sahabat,” ucap Presiden.

Presiden juga berharap kolaborasi antara perusahaan Korea Selatan dengan perusahaan Indonesia akan makin diperkuat serta melibatkan usaha mikro, kecil, dan usaha menengah yang ada di Tanah Air, termasuk realisasi kerja sama investasi dalam industri baterai dan kendaraan listrik.

“Saya berpesan agar kolaborasi yang terbangun bukan hanya di antara perusahaan-perusahaan besar atau BUMN-BUMN kita tetapi juga melibatkan usaha mikro, usaha kecil, dan usaha menengah,” ujar Presiden.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan Jawa Barat berkomitmen menjadi wilayah terdepan dalam energi terbarukan, dimulai tangga pertamanya dengan menghadirkan industri mobil listrik dan batere listrik berkelas dunia.

“Kemudian energi panel surya terbesar se Asean juga akan dipasang di danau-danau di Jawa Barat, kerja sama dengan Masdar dari UEA. Lelang investasi pengelolaan sampah kota menjadi energi/listrik untuk aglomerasi Bandung Raya juga sedang berlangsung. Tahun depan bisa segera dibangun,” ujar Ridwan Kamil di Twitter.

Ia mengajak seluruh pihak untuk mewariskan masa depan yang lebih baik dan ramah lingkungan.

“Mari mewariskan masa depan yang lebih baik dan lebih hijau, bukan mewariskan masa depan yang lebih buruk. Aamiin,” cetusnya.

Untuk diketahui, groundbreaking ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan kerja Presiden Jokowi ke Busan, Korea Selatan, pada November 2019 lalu.

Setelah melalui proses negosiasi yang panjang, Kementerian Investasi/BKPM telah berhasil meyakinkan rencana investasi Group Konsorsium Perusahaan Korea Selatan di bidang industri baterai terintegrasi pertambangan, smelter, refinery, precursor cathode, dan sel baterai untuk mobil listrik dengan total investasi sebesar USD9,8 miliar. (dra/fajar)

Bagikan berita ini:
2
1
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar