Korban Tolak Tandatangani Pernyataan Tak Terjadi Pelecehan, KPI: Pertemuan Itu di Luar Kuasa Kami

Kamis, 16 September 2021 21:12

Ilustrasi. (int)

FAJAR.CO.ID — Wakil Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Mulyo Hadi, mendatangi kantor Komnas HAM, Rabu (15/9/2021) kemarin. Dia memberikan keterangan seputar kasus dugaan perundungan dan pelecehan di KPI.

Mulyo yang datang bersama kepala sekretariat KPI memastikan bahwa instansinya tidak akan menghambat atau memperlambat penyelesaian kasus tersebut. ”Kami ingin menyelesaikan kasus itu seadil-adilnya, seterang-terangnya,” ungkap dia kepada awak media.

Bukan hanya di Komnas HAM, tetapi juga proses hukum di kepolisian. “Kami serahkan semuanya (agar) berjalan sebagaimana mestinya,” terang Mulyo.

KPI, kata dia, berkomitmen menuntaskan kasus tersebut sesuai aturan hukum yang berlaku di Indonesia.

Terkait pertemuan antara korban dan terduga pelaku, Mulyo menepis bahwa itu terjadi atas ide KPI. Instansinya sama sekali tidak terlibat. “Itu di luar kuasa kami,” tegas Mulyo.

Bahkan, saat pertemuan tersebut terjadi, dia sedang tidak di Jakarta. Mulyo tengah melaksanakan tugas di Malang, Jawa Timur.

Sebagaimana diketahui, dalam pertemuan tersebut, korban diajak untuk berdamai. Namun, dia diminta untuk menandatangani pernyataan bahwa tidak pernah terjadi pelecehan terhadap dirinya. Permintaan itu ditolak korban.

Bagikan berita ini:
5
9
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar