Tanggapi Letjen Dudung Abdurachman, KH Maman Imanulhaq: Makanya, Gerakan Literasi dan Moderasi Beragama Menjadi Kunci

Kamis, 16 September 2021 17:52

Letjen TNI Dudung Abdurachman. Foto Kodam Jaya

FAJAR.CO.ID< JAKARTA – Pengasuh Ponpes Al Mizan Jatiwangi, Majalengka KH Maman Imanulhaq menanggapi penjelasan Letjen Dudung Abdurachman yang tidak ingin anak buahnya terpengaruh fanatisme beragama yang berlebihan.

Pernyataan itu sebelumnya disampaikan Letjen Dudung sebagai klarifikasi terhadap kritik sejumlah pihak atas pernyataannya yang menyebut semua agama benar di mata Tuhan, ketika berbicara di Markas Yonzipur 9/Para, Divif 1 Kostrad, Bandung, Senin (13/9) lalu.

Kiai Maman menyebut ada beberapa faktor yang membuat fanatisme agama seolah membabi buta. Pertama, kurangnya literasi keagamaan yang mengacu kepada moderasi agama.

Dia menyebut agama yang seharusnya menjadi spirit untuk perubahan dan perdamaian, justru dipakai sebagai alasan orang untuk melakukan klaim kebenaran sendiri dan menganggap orang lain sesuatu yang salah, bahkan berani saling mengafirkan.

“Makanya, gerakan literasi dan moderasi beragama menjadi kunci agar tidak munculnya fanatisme buta seperti yang terjadi akhir-akhir ini,” ucap Kiai Maman kepada JPNN.com, Rabu (16/9).

Faktor kedua menurut wakil sekretaris Dewan Syuro DPP PKB itu adalah media sosial yang hari ini dipenuhi oleh kelompok-kelompok yang memang mendakwahkan nilai-nilai fanatisme buta.

Bagikan berita ini:
2
6
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar