Arisan Bodong, 3 Orang Resmi Ditetapkan Tersangka

Jumat, 17 September 2021 21:57
Arisan Bodong, 3 Orang Resmi Ditetapkan Tersangka

Para korban saat melapor di Polsek Rapoccini beberapa waktu lalu.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Penyelidikan kasus arisan online yang ternyata bodong akhirnya membuahkan hasil. Tiga orang resmi ditetapkan tersangka dalam kasus ini.

Tiga orang itu berinisial JD, MD, dan AR. Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Jamal Fathur Rakhman membenarkan hal tersebut.

“Untuk tiga tersangka ini, dua di antaranya perempuan. Yang satunya sebagai owner (JD), yang satu sebagai admin (MD), dan yang satu pemilik rekening. Mereka rata-rata adalah pemuda berusia 20 hingga 25 tahun,” katanya, Jumat (17/9/2021).

Tiga orang tersangka itu kini resmi ditahan di Polrestabes Makassar guna proses hukum dan pemeriksaan lebih lanjut.

Sebelumnya diberitakan, arisan bodong di Makassar mencuat. Tak tanggung-tanggung. Korbannya diperkirakan mencapai ratusan orang.

Bahkan salah satu dari mereka ada yang mengaku merugi sebesar Rp30 juta lebih. Nasib malang itu dialami seorang wanita bernama Sari.

Dia bilang, sejak menjadi member pada Februari 2021 lalu, ia mengaku seluruh aktifitas arisan online itu berjalan seperti biasa. Tak ada yang mencurigakan.

Namun hingga memasuki Agustus 2021, sesuatu hal akhirnya terjadi. Sari bilang, sistem dalam arisan itu mulai tak masuk di akal.

“Arisan menurun itu sudah adami memang tanggalnya, jadi saya itu per empat hari. Per empat hari itu adami yang get, wajib itu. Tapi, mulai kacau (sistemnya) itu satu bulan ini,” kata Sari, Kamis dinihari (16/9/2021) kemarin.

Sari mengaku belum bisa menjelaskan detail soal awal mula hingga arisan yang ia ikuti itu bisa sampai kacau balau, dan melaporkannya ke polisi.

Informasi yang dihimpun, pihak penyelenggara arisan online yang diduga bodong ini menjanjikan para korban uang berjumlah fantastis, yang mana itu berasal dari para peserta arisan.

Kurun waktu sekitar empat hari atau lebih, janji yang seharusnya ditepati oleh pihak penyelenggara justru jauh dari harapan hingga para peserta mengaku ditipu.

Hingga akhirnya, Sari dan puluhan orang yang menjadi korban atas arisan ini berharap penyelenggara arisan yang diduga bodong ini diungkap polisi.

“Dari bulan dua, kalau kerugian totalnya sampai hari ini Rp30.950.000. Iya itu diangsur, seharusnya bulan depan itu get mi semua,” terangnya. (ishak/fajar)

Bagikan berita ini:
7
10
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar