China Mulai Provokasi di Laut Natuna, Demokrat: Ini Telah Melecahkan Kedaulatan NKRI

Jumat, 17 September 2021 11:32

Wakil Ketua MPR Syariefuddin Hasan. Foto: Humas MPR RI

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Agresifitas China dalam mengklaim kawasan Laut Cina Selatan (LCS) melalui doktrin sembilan garis putus-putus perlu disikapi. Hal ini mereka yakini sebagai warisan tradisional masa lampau.

Klaim ini, padahal sudah berulang kali dimentahkan dalam berbagai Putusan Hukum Internasional. Bagi Indonesia, tindakan China ini jelas langkah provokatif yang pantas untuk dikecam.

Posisi Indonesia tegas, bahwa hak Indonesia atas Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) di LCS sejalan dengan Hukum Laut Internasional 1982. Sikap ini juga didukung oleh putusan Mahkamah Internasional pada tahun 2016.

Wakil Ketua MPR Syarief Hasan mengatakan, upaya klaim dan pemaksaan kehendak yang dilakukan China menunjukkan sikap agresif China yang tidak menghormati kedaulatan negara lain. Ini jelas tindakan mentang-mentang yang tidak boleh dibiarkan.

“China sepertinya merasa diri sebagai penguasa dunia yang dapat melakukan tindakan intimidatif sesuka hatinya. Sikap Indonesia tegas, berpegang pada Hukum Internasional sebagai dasar penegasan haknya di LCS,” kata politisi Demokrat tersebut.

Bagikan berita ini:
8
2
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar