Faisal: Kami Dimatikan Secara Terburu-buru dan Sadis, Bagaikan Kelakuan Orang-orang Gerakan 30 September 1965

Jumat, 17 September 2021 23:00

Faisal salah satu dari pegawai yang dipecat menduga, sejak awal memang terdapat sejumlah pegawai yang sengaja ingin disingkirkan. (dok JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri dinilai sangat kejam telah mengusir 57 pegawi KPK. Faisal salah satu dari pegawai yang dipecat menduga, sejak awal memang terdapat pegawai yang sengaja ingin disingkirkan.

“Pimpinan KPK secara kejam telah menggusur kami, 56 pegawai KPK. Mereka telah buta-hati mendepak anak kandungnya sendiri atau sejak awal barangkali kami memang dianggap anak haram. Sebuah perangai yang bengis dan semena-mena. Bahkan, sampai titik tertentu sudah biadab,” kata Faisal dalam keterangannya, Jumat (17/9).

Dia menyebut, Pimpinan KPK tak menghiraukan Hak Asasi Manusia (HAM) ke-57 pegawai yang dipecat. Fia menyebut, hak dari masing-masing pegawai yang diberhentikan dengan hormat dari KPK tidak bisa dilanggar.

“Sekali lagi, karena kami manusia. Hak itu tak bisa dihilangkan atau dinyatakan tak berlaku oleh negara, apalagi oleh sekadar Pimpinan KPK. Tak menghormati HAM yang kami punya menunjukkan bobroknya penghormatan terhadap martabat manusia oleh KPK,” sesal Faisal.

Dia memandang, Pimpinan KPK secara kejam dan tanpa belas kasihan acuh kepada martabat kemanusiaan. Karena, KPK tak mengakui HAM dari para pegawai yang dipecat. Karena disudutkan sebagai pihak yang lemah, terancam, tak dapat membela diri dan tak berguna.

Bagikan berita ini:
8
8
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar