Makam Korban Pesugihan di Gowa Dibongkar Pekan Depan

Jumat, 17 September 2021 19:33
Makam Korban Pesugihan di Gowa Dibongkar Pekan Depan

Makam DN, korban yang meninggal akibat pesugihan.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Kematian DN, pemuda yang tewas diduga akibat dicekoki air garam oleh orang tuanya demi ritual pesugihan masih misteri. Belum ada kepastian soal penyebab kematian pemuda 22 tahun itu.

Untuk mengungkap misteri itu, Polres Gowa bersama Tim Disaster Victim Investigation (DVI) Biddokes Polda Sulawesi Selatan, sudah ada rencana untuk membongkar guna proses otopsi terhadap jasad DN.

Informasi yang dihimpun, makam DN yang terletak tidak jauh dari lokasi kejadian di Lembang Panai, Kelurahan Gantarang, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa akan digali pekan depan.

“Kemudian akan diadakan ekshumasi atau gali kubur terhadap kakak korban yang meninggal tidak wajar. Laporan ini sudah kami terima dan kami diberi surat, dan kami sudah laporkan kepada pimpinan (Biddokkes),” kata Kaur Doksik Biddokkes Polda Sulsel, dr Eka Haerani, Jumat (17/9/2021).

Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan penyidik Polres Gowa untuk mengawal proses pembongkaran itu.

“Kami mendapatkan surat dari Polres Gowa, terkait dengan adanya kasus penganiayaan yang terjadi di wilkum Polres Gowa,” tambahnya kepada wartawan.

Sebelumnya diberitakan, dalam peristiwa ini, ada dua orang jadi korban yakni DN (22) dan adik kandungnya, AP (6).

Mereka dianiaya oleh kedua orang tuanya sendiri dan dibantu oleh paman dan kakeknya yang kini ditetapkan tersangka oleh penyidik Polres Gowa.

DN dianiaya hingga tewas diduga dengan cara dicekoki dua liter air garam oleh empat orang yang telah terpengaruh ilmu hitam, kejadian pada 1 September 2021.

Setelah dimakamkan, empat orang itu kembali beraksi. AP menjadi korban selanjutnya. Bola mata sebelah kanan bocah itu dicongkel oleh ibunya bersama tiga orang itu, hingga nyaris terlepas dari tempatnya.

Beruntung, ada paman korban bernama Bayu (26) dan dua aparat TNI yang menolong AP lalu dibawa ke puskesmas terdekat lalu dirujuk ke RSUD Syekh Yusuf, Kabupaten Gowa.

Beruntung hingga saat ini, kondisi AP telah membaik. Mata kanannya mulai terbuka dan kemungkinan besar masih bisa melihat seperti sedia kala. (ishak/fajar)

Bagikan berita ini:
7
6
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar