PMI yang Ingin Kembali ke Jawa Timur, hanya Bisa Melalui Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Sam Ratulangi

Jumat, 17 September 2021 22:54
PMI yang Ingin Kembali ke Jawa Timur, hanya Bisa Melalui Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Sam Ratulangi

Ilustrasi bandara. (Dok. JawaPos)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pekerja migran Indonesia (PMI) yang kembali ke kampung halaman di Jawa Timur tidak lagi bisa mendarat di Bandara Juanda Surabaya. Per Jumat (17/9), PMI dari luar negeri hanya bisa masuk lewat Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta dan Bandara Sam Ratulangi, Manado.

Pangdam V Brawijaya Mayjen Suharyanto menegaskan, Bandara Juanda sudah tidak bisa lagi menerima penerbangan kedatangan PMI. Aturan itu termaktub dalam SE Nomor 74 Tahun 2021.

”Artinya PMI hanya akan mendarat yang lewat udara di dua titik yang pertama di Manado, Sam Ratulangi. Kedua di Bandara Soekarno-Hatta,” tegas Suharyanto di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (17/9).

Meksi kedatangan PMI hanya bisa dilakukan di Jakarta dan Manado, perlakuan dan perawatan yang dilakukan kepada PMI Jatim tetap sama. Yakni karantina wilayah di Jakarta, kemudian karantina di Hotel Asrama Haji (HAH).

”Perlakuan PMI yang berasal dari Jawa Timur ini tetap. Jadi nanti setelah dikarantina di Jakarta sesuai dengan surat edaran selama 8 hari, kami akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Setelah kembali, akan dirawat di Wisma Haji (HAH),” papar Suharyanto.

Di HAH, mereka akan dikarantina selama 3 hari. Apabila dinyatakan negatif baru bisa kembali ke wilayah masing-masing.

Antisipasi PMI yang nekat masuk melalui jalur darat juga dilakukan. Penyekatan-penyekatan di perbatasan Jawa Timur mulai digencarkan.

”Kami pun mewaspadai PMI Jawa Timur lewat perbatasan darat. Contoh misalnya di Nunukan masuk ke Kalimantan kemudian menyeberang ke Jawa Timur lewat darat,” tutur Suharyanto.

Potensi kepulangan lewat darat itu, lanjut Suharyanto, biasa terjadi di beberapa titik. Misalnya, di Batam dan Tanjung Pinang.

”Ini kami akan melaksanakan penyekatan-penyekatan terbatas di perbatasan Jawa Timur dan Jawa tengah yaitu di Ngawi,” terang Suharyanto. (jpg/fajar)

Bagikan berita ini:
6
4
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar