Pengusaha Ritel Protes, Minta Pasar Tradisional Terapkan Wajib Sertifikat Vaksin

Sabtu, 18 September 2021 11:04

Ketua ASTOM Sulsel, Makmur Mingko dan Wakil Ketua Umum Kadin Sulsel, Syafruddin Mualla.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pengetatan protokol kesehatan selama PPKM harus berkeadilan. Jika pusat perbelanjaan seperti mal diwajibkan menunjukkan kartu vaksin, maka setiap pasar tradisional juga harus melakukannya.

Ketua Asosiasi Supplier Toko Modern (Astom) Sulsel, Makmur Mingko menilai selama ini kebijakan pengetatan seakan hanya fokus menyasar sektor ritel berbasis toko modern, termasuk pusat perbelanjaan mal.

Sementara hampir setiap pasar tradisional justru luput dari pengawasan protokol kesehatan. Oleh karena itu, Makmur mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam menanggulangi Covid-19 lewat berbagai kebijakan pengetatan.

“Bukannya iri hati, tapi kan kita mau melihat bagaimana pengetatan ini efektiv dalam menanggulangi virus corona. Pada kenyataannya hampir setiap pasar tradisional beroperasi sangat longgar. Padahal potensi kerumunan jauh lebih besar terjadi di pasar ketimbang mal maupun toko modern lainnya,” ujar Makmur, Jumat (17/09/2021).

Lanjut dia, bahkan sebelum akhirnya mal dibolehkan kembali beroperasi, pasar-pasar tradisonal tetap beroperasi normal, bahkan nampak tanpa pengawasan prokes yang ketat.

Selanjutnya, setelah mal bisa beroperasi kembali, pasar tradisional tetap beroperasi seperti biasa, tanpa pengetatan yang berarti seperti yang ditujukan ke mal dan sektor-sektor usaha lainnya, mulai dari hotel, cafe dan rumah makan.

Bagikan berita ini:
5
1
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar