Perawat Gabriella Jadi Korban Keganasan KKB, Kasdam XVII/Cenderawasih: Ini Tindakan Pengecut

Sabtu, 18 September 2021 14:53
Perawat Gabriella Jadi Korban Keganasan KKB, Kasdam XVII/Cenderawasih: Ini Tindakan Pengecut

Jenazah perawat Gabriella Meilani dievakuasi dari jurang di Distrik Kiwirok Papua. Foto lain, Gabriella semasa hidup. (Instagram/papua_talk)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Setelah dievakuasi dari jurang di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, jenazah perawat Gabriella Meilani akan diterbangkan ke Jayapura, hari ini, Sabtu (18/9).

Diketahui evakuasi jenazah perawat Gabriela Meilani penuh tantangan. Selain faktor cuaca, Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) juga sempat mengganggu dengan melancarkan sejumlah tembakan.

Namun karena tim gabungan TNI-Polri telah mengerahkan pasukan ke Distrik Kiwirok untuk memperkuat pengamanan demi kelancaran proses evakuasi jenazah perawat Gabriela Maelani maka bisa sukses.

Danrem 172/Praja Wira Yakhti, Brigjen TNI Izak megatakan, tim gabungan yang terdiri dari Yonif RK 751/VJS, Yonif 403/WP dan Polsek Kiwirok sempat mendapatkan gangguan tembakan dari KKB selama proses evakuasi jenazah suster Gabriela Maelani.

Gangguan ini dapat diatasi oleh prajurit TNI, sehingga jenazah korban kekejaman KKB itu dapat diangkat dari dasar jurang dan disemayamkan di Koramil Kiwirok.

Tenaga kesehatan (nakes) Gabriella Meilani merupakan salah satu korban KKB di Distrik Kiwirok.

Gabriella Meilani dianiaya dan berusaha kabur dengan cara lompat ke jurang saat puluhan KKB melakukan pembakaran puskesmas di Distrik Kiwirok Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, pada Senin (13/9/2021).

Namun KKB tetap mengejar Gabriela dan rekan-rekannya ke dalam jurang. KKB pun melakukan penganiayaan dan pencabulan kepada Gabriella dan nakes perempuan lainnya.

Gabriella ditemukan tewas di dasar jurang dengan kondisi tubuh penuh luka mengenaskan Rabu (15/9/2021).

Kasdam XVII/Cenderawasih Brigjen TNI Bambang Trisnohadi mengecam tindakan KKB yang sudah melampaui batas kemanusiaan.

“Petugas kesehatan adalah pahlawan kemanusiaan yang mengabdikan dirinya untuk bertugas di daerah terpencil melayani masyarakat yang sakit di daerah Kiwirok, tapi kenapa mereka justru yang menjadi korban,” ucapnya.

Ia menuding KKB Ngalum Kupel pimpinan Lamek Taplo pengecut. Mereka melakukan kerasan pada orang lemah yang tidak berdosa.

“Tindakan ini sangat keji, kami mengutuknya. Saya bilang ini tindakan pengecut, menyakiti wanita-wanita mulia yang tidak berdosa,” tegas Kasdam. (pojoksatu/fajar)

Bagikan berita ini:
4
2
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar