Ritual Pesugihan Korbankan Anak Sendiri, MUI: Mereka Korban Ideologi

Sabtu, 18 September 2021 16:21

Sekretaris MUI Sulsel, KH Muammar Bakri

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan menyebut, ritual pesugihan yang mengorbankan dua anak sendiri di Kabupaten Gowa merupakan korban ideologi.

Artinya, empat orang itu yang merupakan ayah, ibu, paman, dan kakek dari korban AP dan DN telah dipengaruhi oleh sebuah ajaran tanpa mereka analisa terlebih dahulu atau dogma.

“Sesungguhnya mereka juga korban ideologi yang mungkin diajarkan secara dogmatis, ritual tertentu oleh seseorang,” kata Sekretaris MUI Sulsel, KH Muammar Bakri, Sabtu (18/9/2021).

Informasi yang dihimpun, empat orang tersebut diajari tentang ilmu hitam oleh seorang dukun yang sebelumnya sudah pernah diperiksa sebagai saksi oleh penyidik Polres Gowa.

Setelah diperiksa, dukun tersebut dipulangkan. Polisi hanya menahan paman dan kakek dari korban yakni Udin Sauddin dan Barrisi. Sementara ayah dan ibu korban bernama Taufiq Daeng Tepu dan Hasniati masih dirawat di RSUD Dadi Makassar.

Kendati demikian, empat orang itu kini resmi ditetapkan tersangka dalam kasus penganiayaan terhadap bocah AP, dengan cara keji. Hasniati bersama tiga orang itu mencongkel bola mata kanan AP hingga nyaris keluar.

Bagikan berita ini:
2
5
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar