P2G Curiga PTM di DKI Jakarta Bermuatan Bisnis, Ini Alasannya

Minggu, 19 September 2021 22:17

Ilustrasi pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah. (DIPTA WAHYU/JAWA POS)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) curiga rencana Pemprov DKI Jakarta memulai pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas untuk 1.500 sekolah pada 27 September 2021, bermuatan bisnis.

Pasalnya, untuk persiapan PTM terbatas, Disdik DKI menggandeng salah satu platform pembelajaran.

Menurut Kepala Bidang Advokasi Guru, P2G Iman Zanatul Haeri, skema kerja sama Dinas Pendidikan DKI Jakarta yang menyerahkan sebagian syarat pembukaan PTM terbatas ke salah satu perusahaan platform pembelajaran patut diduga sarat muatan bisnis.

“P2G mendapatkan laporan bahwa platform tersebut juga memberikan pertanyaan yang di luar konteks kepada guru, siswa, dan orang tua,” kata Iman di Jakarta, Minggu (19/9).P2G menemukan beberapa formulir yang mengganjal. Misalnya, siswa diintruksikan mengisi formulir club member yang kolomnya merupakan pertanyaan data pribadi.

Lalu siswa diarahkan untuk mengenal paket-paket pendidikan komersil, yang sejatinya tak ada kaitan dengan persiapan PTM terbatas.

“Alih-alih menyiapkan PTM terbatas, Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta malah memberikan ruang praktik komersialisasi terselubung, dengan memberikan otoritas asesmen pembukaan sekolah kepada salah satu perusahaan pembelajaran digital,” ucap Iman.

Bagikan berita ini:
5
10
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar