Aksi M Kece Dibayar Kontan, Wajahnya Dilumuri Kotoran Manusia

Senin, 20 September 2021 09:56
Aksi M Kece Dibayar Kontan, Wajahnya Dilumuri Kotoran Manusia

Muhammad Kece

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW yang diduga dilakukan oleh YouTuber Muhammad Kece dibayar kontan.

Muhammad Kece ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat UU ITE. Ia ditangkap polisi dan dijebloskan ke sel tahanan. Setelah beberapa hari mendekam di rutan Bareskrim Polri, Muhammad Kece dianiaya sesama tahanan.

Ia disiksa oleh Irjen Napoleon Bonaparte, tersangka pencabutan red notice Djoko Tjandra.

Irjen Napoleon Bonaparte diduga tak sendirian. Jenderal bintang dua itu diduga dibantu oleh tahanan lain yang kesal dengan ulah Muhammad Kece hina Nabi Muhammad dan agama Islam.

Muhammad Kece dipukul hingga lebam. Tubuh dan wajah Kece dilumuri kotoran manusia.

“Wajah dan tubuh korban dilumurin dengan kotoran manusia oleh pelaku,” ujar Dirtipidum Bareskrim Brigjen Andi Rian Djajadi kepada wartawan, Minggu (19/9/2021).

Meski perbuatan Irjen Napoleon tidak terpuji, publik justru menganggapnya sebagai pahlawan.

Irjen Napoleon dianggap mewakili umat Islam melampiaskan kemaran kepada Kece yang telah menghina Nabi Muhammad dan agama Islam melalui kanal YouTube.

Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama, Ustaz Yusuf Martak menyebut apa yang dialami M Kece di tahanan merupakan campur tangan Allah SWT.

Menurut Yusuf Martak, Irjen Napoleon Bonaparte mencintai agamanya sehingga dia marah ketika Kece hina nabi dan agama Islam.

Yusuf Martak berharap para buzzer yang selama ini menghina Islam bisa segera menyusul Kece Rutan Bareskrim Polri agar merasakan pukulan dari Irjen Napoleon.

Menurut Yusuf Martak, apa yang dialami oleh Kece di tahanan patut disyukuri.

“Kalau mat Kecebong merasa menderita secara fisik atau batin, apakah Kece si pengkhianat ini pernah ikut merasakan menderita dan sakit hatinya umat Islam atas ujaran-ujarannya yang sangat kotor dan jahat? Perlakuan yang dia rasakan bahkan lebih dari yang dialami sekarang juga masih pantas,” tegas Yusuf. (rmol/pojoksatu)

Bagikan berita ini:
8
3
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar