Balas Pernyataan Ketua MPR, Natalius Pigai: Anda Tidak Mengerti Soal Papua

Senin, 20 September 2021 10:15
Balas Pernyataan Ketua MPR, Natalius Pigai: Anda Tidak Mengerti Soal Papua

Natalius Pigai

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Pernyataan Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mempertanyakan para aktivis HAM dan perempuan yang diam saja terkait tindakan kejam kelompok kriminal bersenjata (KKB) terhadap tenaga kesehatan (Nakes) di Papua langsung direspons aktivis HAM asal Papua, Natalius Pigai.

Mantan komisioner Komnas HAM itu bahkan menuding Ketua MPR RI asal bicara soal kondisi terkini di Papua.

“Ketua MPR tidak mengerti soal Papua. Anda baca ‘mengapa orang Papua marah pendatang”, aktivis lebih pintar,” kata Natalius di akun Twitternya dikutip Fajar.co.id, Senin (20/9/2021).

Natalius bahkan menyebut ada tenaga medis yang memegang senjata di Papua. Hal ini membuat OPM tak segang-segang melakukan kekerasan ke mereka.

““Apa layak Dokter Pegang Senjata?’ Cara-cara itu sama saja beri peluang OPM bunuh Pendatang. Bisa saja OPM anggap pendatang aparat.”

Di ujung balasannya atas pernyataan Bamsoet itu, Pigai tetap berharap ada dialog dalam untuk menyelesaikan konflik di tanah Papua. Kami tidak gegabah bersikap! Dorong Dialog Damai!” tegasnya.

Sebelumnya, kasus kekerasan dan pembakaran Puskesmas di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, yang berujung dengan kematian tenaga kesehatan setempat menuai kecaman dari banyak pihak di tanah air. Tak terkecuali Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo.

Bamsoet, sapaan akrabnya, mendesak pemerintah untuk lebih tegas terhadap aksi kekerasan yang dilakukan Teroris Papua. Jangan lagi ada toleransi terhadap pihak-pihak yang telah membuat rakyat menderita.

“Sudah waktunya negara melakukan tindakan tegas dengan menurunkan seluruh matra kekuatan yang dimiliki. Tidak boleh ada lagi toleransi terhadap teroris KKB untuk melakukan aksi kejahatan yang meresahkan masyarakat serta mengakibatkan korban jiwa,” ujar Bamsoet dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (19/9).

Politisi Partai Golkar itu juga mengaku heran dengan aktivis HAM yang bersuara lantang mengecam tindakan aparat saat mempertahankan Papua dari teror KKB.

Namun, saat penyerangan KKB yang merenggut nyawa warga sipil, para pejuang HAM tidak menyatakan sikap.

“Ke mana suaranya para aktivis HAM dan aktivis perempuan? Kenapa ketika saudara sebangsanya di bunuh dan diperkosa secara brutal mereka diam? Namun, ketika aparat negara menumpas para pelaku itu, mereka teriak soal HAM?” tegas Bambang Soesatyo. (msn/fajar)

Bagikan berita ini:
3
7
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar