ICW Nilai Dewas KPK Tidak Lagi Berani Menindak Pimpinan KPK yang Melanggar Etik

Senin, 20 September 2021 22:43

Peneliti ICW, Kurnia Ramadhana mengatakan sebaiknya jangan ada pihak-pihak yang berupaya menutupi kebobrokan Pimpinan KPK yang sedang berusaha menyingkirkan penyidik Rossa (Miftahulhayat/Jawa Pos)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai, Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak lagi berani menindak pimpinan KPK yang melanggar etik. Hal ini menyikapi keengganan Dewas KPK terkait adanya permintaan agar melaporkan Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar ke aparat penegak hukum.

Karena Lili terbukti melanggar kode etik berat, lantaran berkomunikasi dengan pihak berperkara dalam hal ini Wali Kota Tanjungbalai, Muhammad Syahrial.

“Sejak awal ICW sudah menganggap Dewan Pengawas tidak berani untuk menindak Pimpinan KPK yang melanggar kode etik. Hal itu tampak dari putusan Lili Pintauli Siregar yang sangat ringan dan tidak menjerakan,” kata peneliti ICW, Kurnia Ramadhana dalam keterangannya, Senin (20/9).

“Betapa tidak, ia sangat pantas untuk dijatuhi sanksi berat dengan jenis hukuman rekomendasi agar mengundurkan diri. Namun, Dewas hanya menjatuhkan pemotongan gaji, yang juga sangat kecil jumlahnya dan tidak sebanding dengan tindakan Lili,” sambungnya.

Kurnia menilai, peraturan kode etik yang dibuat oleh Dewas juga sangat diskriminatif. Sebab, jenis hukuman kepada pegawai dan Pimpinan berbeda.

Bagikan berita ini:
8
4
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar