Mulyanto Sebut Penggabungan Kemenristek dengan Kemendikbud sebagai Kebohongan Publik

Senin, 20 September 2021 18:39

Politikus PKS, Mulyanto

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto menuding pemerintah melakukan kebohongan publik terkait dengan klaim penggabungan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Sebab, Kemendikbudristek saat ini hanya mewadahi riset di perguruan tinggi, bukan keseluruhan. Kata dia, pemerintah tidak melakukan penggabungan dua kementerian di atas selain menggabung nama menjadi Kemendikbudristek.

“Seolah dengan penggabungan nama tersebut sudah terjadi penggabungan Kemenristek ke dalam Kemendikbud. Padahal sesungguhnya yang terjadi adalah pembubaran Kemenristek,” ujar dia dikutip, Senin (20/9).

Hal ini persis sama seperti sebelumnya, saat sebagai Kemendikbud. Sekarang ini, Kemendikburistek tidak punya kewenangan dalam perumusan dan penetapan kebijakan serta koordinasi pelaksanaan kebijakan ristek secara nasional.

“Jadi pasca penggabungan Kemenristek kedalam Kemendikbud menjadi Kemendikbudristek, fungsi Kemenristek hilang tidak masuk dalam fungsi Kemendikbud-Ristek,” tuturnya.

Sebelumnya, Kemenristek memiliki fungsi perumusan dan penetapan kebijakan, koordinasi pelaksanaan kebijakan serta pengawasan dan evaluasi pembangunan riset dan teknologi. Kini fungsi-fungsi itu tidak ada dalam Kemendikbudristek.

Bagikan berita ini:
4
9
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar