Prancis Kembali Peringatkan Australia

Senin, 20 September 2021 15:53

Duta Besar Prancis di Canberra, Jean-Pierre Thebault. (Foto: Reuters)

FAJAR.CO.ID — Prancis kembali peringatkan Australia perihal pembatalan pesanan kapal selam buatan senilai miliaran dolar.

Duta Besar Prancis di Canberra, Jean-Pierre Thebault mengatakan pada hari Sabtu (18/9) bahwa negeri kanguru itu telah membuat kesalahan diplomatik besar.

“Ini adalah kesalahan besar, penanganan yang sangat sangat buruk pada kemitraan – karena ini bukanlah kontrak, tapi kemitraan yang seharusnya berdasarkan kepercayaan, saling mengerti, dan ketulusan,” kata Dubes Thebault pada wartawan di Canberra.

Dia bahkan ditarik dari dari Prancis sebagai bentuk protes atas keputusan sepihak Australia itu.

Pembatalan tersebut dilakukan setelah Australia mencapai kesepakatan baru dengan Amerika Serikat dan Inggris untuk pembelian 8 kapal selam bertenaga nuklir pada Rabu (14/9) .

Sehari setelahnya, Pemerintah Australia mengumumkan akan membatalkan kesepakatan pada 2016 dengan Naval Group di Prancis untuk membangun kapal selam konvensional.

Langkah tersebut memantik kemarahan Prancis, sekutu AS dan Inggris di Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Prancis pun memanggil pulang para duta besarnya dari Washington dan Canberra.

Bagikan berita ini:
3
3
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar