Irjen Napoleon Aniaya Kece, Pendeta Saifuddin: Jenderal Mental Kopral

Selasa, 21 September 2021 13:51

Irjen Pol Napoleon Bonaparte (tengah) (FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pendeta Saifuddin Ibrahim mengecam keras penganiayaan yang dilakukan Irjen Pol Napoleon Bonaparte terhadap Muhammad Kece di dalam Rutan Bareskrim Polri.

Sebab, dalam aksinya itu, Napoleon tidak sendirian. Melainkan dengan mengajak beberapa sesama tahanan lain untuk menghajar kerabatnya itu.

Padahal, Muhammad Kece disebut Pendeta Saifuddin memiliki cacat fisik.

“Ini orang pincang. Muhammad Kece ini pincang kakinya,” ujarnya kepada JPNN.com (jaringan PojokSatu.id), Senin (20/9/2021) malam.

Meski dengan kondisi fisik yang cacat, Kece masih dikeroyok.

“Itu enggak perlu dikeroyok. Gebukin sekali mati,” sambungnya.

Di sisi lain, dalam surat pengakuannya, Napoleon menyebut penganiayaannya itu sebagai tindakan terukur.

Menurutnya, Napoleon sama sekali tidak memiliki hak menghakimi Muhammad Kece.

“Dia (Napoleon Bonaparte) kan sudah dijatuhi hukuman, cuma dia masih melakukan kegiatan untuk banding dan kasasi,” ujarnya.

Pendeta Saifuddin pun mengecam keras tindakan Irjen Napoleon.

“Jadi, dia kalau ngomong tindakan terukur, lu bukan polisi, lu penjahat, preman,” kecam Saifuddin.

Bagikan berita ini:
10
1
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar