Irjen Napoleon Aniaya Kece, Pendeta Saifuddin: Jenderal Mental Kopral

Selasa, 21 September 2021 13:51
Irjen Napoleon Aniaya Kece, Pendeta Saifuddin: Jenderal Mental Kopral

Irjen Pol Napoleon Bonaparte (tengah) (FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS)

Dia juga menegaskan bahwa Napoleon meski masih anggota Polri aktif, tidak berhak menyiksa siapapun.

“Dia harus tunduk pada hukum, dia harus taat pada hukum. Itu namanya jenderal mental kopral,” sambungnya.

Saufuddin juga mempertanyakan Napoleon yang dengan gampangnya memberikan perintah kepada orang lain membantu mengeroyok Muhammad Kece.

“Dia meminta kepada petugas yang lain untuk membuka kunci sehingga dari jam 01 sampai 03, dia menyiksa Muhammad Kece,” lanjutnya.

Menurut dia, tindakan Napoleon menganiaya Muhammad Kece itu merupakan sebuah pengkhianatan terhadap Polri.

“Apa-apaan ini? Ini adalah pengkhianatan terhadap tubuh Polri,” tegasnya. (

Hasil Visum

Sementara, Bareskrim Polri telah rampung malakukan visum terhadap rersangka kasus penista agama Muhammad Kece.

Hasilnya, terdapat 10 luka yang dialami Muhammad Kece usai dianiaya Irjen Pol Napoleon Bonaparte di dalam Rutan Bareskrim Polri.

10 luka lebam tersebut terdapat di bagian wajah Muhammad kece dan satu di bagian pinggang.

“Hasil visumnya ada sembilan luka lebam di wajah korban, kemudian satu di pinggang sebelah kanan,” kata Dirtipidum Bareskrim Polri, Brigjen Pol Andi Rian Djajadi, Selasa (21/9/2021).

Bagikan berita ini:
8
9
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar