Los Pasar Salobulo Dibanderol Rp7 Juta, Begini Tanggapan Kepala Disperindagkop UKM

Selasa, 21 September 2021 17:38

Rapat Panitia Khusus (Pansus) lanjutan rancangan Perda Wajo tentang Perubahan atas Perda No. 17 tahun 2014 tentang Pengelolaan Pasar di Ruang Rapat Pimpinan DPRD Wajo. (FOTO: IMAN SETIAWAN P/FAJAR)

FAJAR.CO.ID, SENGKANG — Aroma jual beli los di sejumlah pasar di Kabupaten Wajo masih tercium. Bahkan dipasangi harga sebesar Rp7 juta.

Hal itu diutarakan oleh anggota DPRD Wajo, Andi Muliyadi dalam rapat Panitia Khusus (Pansus) lanjutan rancangan Perda Wajo tentang Perubahan atas Perda Nomor 17 tahun 2014 tentang Pengelolaan Pasar di Ruang Rapat Pimpinan DPRD Wajo, Selasa, 21 September.

Legislator dari PKB ini mengaku dirinya juga merupakan pelaku pasar sebelum dipercaya menjadi wakil rakyat pada Pemilu Serentak 2019 lalu.

“Saya turun ke Pasar Salobulo, banyak saya temukan los kosong (tertutup, red). Sementara banyak pedagang berjualan diluar pasar,” ujar Andi Muliyadi dihadapan peserta rapat.

Dia menambahkan, berdasarkan keterangan pedagang. Untuk bisa menempati los pasar berada di Desa Salobulo Kecamatan Sajoangin tersebut. Hanya menyetor uang tunai sebesar Rp7 juta kepada orang tertentu.

“Ini yang mau saya perjelas. Kenapa ada seperti ini. Bagaimana dengan pasar lainnya,” terangnya.

Bagikan berita ini:
4
2
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar