Mantan Dekan FKM UMI Tuntut Yayasan Wakaf

Selasa, 21 September 2021 20:26

Kuasa Hukum Sudirman, Dr Andi Amrullah Jaya SH.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Polemik gaji yang tidak dibayarkan oleh Yayasan Wakaf Universitas Muslim Indonesia (UMI), kepada mantan Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), Dr Sudirman, berbuntut panjang.

Kurun 17 bulan sejak April 2020, Sudirman tidak lagi menerima gaji dari yayasan. Alasannya karena rektor mejatuhkan sanksi skorsing dengan tudingan pelanggaran kode etik. Imbasnya dia melakukan pengaduan ke Disnaker Kota Makassar, menuntut penyelesaian kasus tersebut.

Kuasa Hukum Sudirman, Dr Andi Amrullah Jaya SH menyatakan ada kekeliruan yang dilakukan Yayasan dengan tidak membayarkan gaji bersangkutan. Termasuk penjatuhan skorsing yang diberlakukan sejak April 2020 hingga 26 Desember 2022 atau persis dimasa pensiun yang bersangkutan. “Alasan skorsing tidak realistis karena sampai masa pensiun,” kata Amy, sapaan Amrullah Djaya.

Terutama menurutnya tidak membayarkan gaji bersangkutan, yang diduga melanggar pasal 155 ayat 3 UU No 13 tahun 2003 dan Omnibuslaw Pasal 157 A ayat 2, yang menyatakan pengusaha bisa melakukan skorsing kepada pekerja yang sedang dalam proses PHK dengan tetap membayarkan upah beserta hal lainnya yang biasa diterima pekerja.

Bagikan berita ini:
5
5
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar