Novel PA 212 Menilai Tindakan Napoleon Adalah Perwakilan Amarah Umat

Selasa, 21 September 2021 10:04
Novel PA 212 Menilai Tindakan Napoleon Adalah Perwakilan Amarah Umat

Irjen Napoleon Bonaparte diduga menganiaya Muhammad Kece di Rutan Bareskrim. Ilustrasi Foto: Ricardo/JPNN.com

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Wakil Sekretaris Jenderal Persaudaraan Alumni 212 Novel Bamukmin angkat bicara soal dugaan penganiayaan yang dilakukan Irjen Pol Napoleon Bonaparte terhadap tersangka kasus penistaan agama Muhammad Kace.

Novel blak-blakan menyebut apa yang dilakukan Irjen Napoleon adalah perwakilan amarah umat Islam.

“Yang beriman pasti tak terima agamanya dihina,” kata Novel Bamukmin kepada GenPI.co, Selasa (21/9/2021).

Pentolan 212 ini menyebut, bisa saja hal ini akan meluas, apalagi di luar sana banyak kasus penistaan agama yang tidak diproses secara hukum.

Novel mengkhawatirkan penghakiman jalanan akan dilakukan kepada para penista agama.

“Yang tidak diproses secara hukum, seperti Sukmawati, Abu Janda, Muwafiq, Ade Armando,” katanya.

Sebab, M Kace yang berada di sel saja masih bisa lolos masih terkena penganiayaan, apalagi di jalanan.

Sebelumnya, sempat surat terbuka Napoleon yang mengungkap soal motif penganiayaan tersebut.

Alasannya ialah karena tidak terima agama Islam yang dianutnya dihina oleh Muhammad Kace.

“Karenanya saya bersumpah melakukan tindakan terukur apa pun kepada siapa saja yang berani melakukannya (menghina agama),” tulis Napoleon.

Sementara itu, Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo mengatakan telah memeriksa petugas Rutan Bareskrim lantaran ada indikasi lalai terhadap tugas.

Sebanyak enam orang saksi telah diperiksa, termasuk Muhammad Kace sendiri.(*)

Bagikan berita ini:
6
8
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar