Pemerhati Pendidikan Nilai Terjadi Elitisme di Dunia Pendidikan, Ini Alasannya

Selasa, 21 September 2021 18:02

Mendikbudristek Nadiem Makarim saat mengunjungi salah satu calon guru penggerak di Jogjakarta beberapa waktu lalu. (istimewa)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pemerhati Pendidikan Doni Koesoema mengatakan, saat ini telah terjadi elitisme di dunia pendidikan Indonesia. Pasalnya, kebijakan di dunia pendidikan kini bukan lagi atas keputusan seluruh pemangku kepentingan.

Menurutnya, pendidikan seharusnya dapat mewadahi urusan seluruh rakyat Indonesia. Sikap elitisme ini pun dinilai membahayakan pengembangan SDM di Tanah Air.

“Elitisme di bidang pendididkan itu membahayakan karena menganggap mereka (pemerintah) sendiri yang paling mengerti pendidikan, kelompok mereka yang merasa mengerti mendesain ini,” ujar Doni dalam siaran YouTube Vox Populi Institute Indonesia dikutip, Selasa (21/9).

Salah satu program dari kementerian yang dinilai memiliki arogansi adalah Guru Penggerak. Sebab, Guru penggerak ini bukannya memberikan akses merata, justru memihak kepada guru yang hanya memiliki akses terhadap program.

“Kalau Guru Penggerak hanya nol koma berapa persen dari 5 juta guru kita. Itu yang menjadi guru canggih apa bisa dia transformasi ke empat juta guru kita yang lain. Yang kita butuhkan kita serentak bergerak 5 juta itu menjadi guru penggerak bersama-sama,” tutur dia.

Bagikan berita ini:
9
1
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar