Soroti Kasus Penganiayaan Kece, Pengamat Intelijen: Napoleon Statusnya Bukan Polisi Bertugas

Selasa, 21 September 2021 14:22

M Kece

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pengamat intelijen Stanislaus Riyanta turut menyoroti aksi penganiyaan yang dilakukan Irjen Pol Napoleon Bonaparte terhadap peninsta agama Muhammad Kece.

Menurutnya, apa yang dilakukan polisi bintang dua itu merupakan tindakan tidak dibenarkan di mata hukum.

“Apapun alasannya Napoleon Bonaparte tidak berhak melakukan hal tersebut,” kata Stanislaus dihubungi Pojoksatu.id di Jakarta, Selasa (21/9/2021).

Sebab, lanjut alumni Universitas Indonesia itu, Napoleon juga merupakan seorang tahanan, bukan polisi yang bertugas.

“NB adalah tahanan kasus korupsi, bukan polisi yang bertugas di tahanan, tidak ada hak untuk menghakimi tahanan lain,” ungkapnya.

Karena itu, apapun motifnya, aksi penganiyaan tersebut tidak dibenarkan, meski alasannya membela Agama.

“Walaupun dengan dalih bela agama dan tindakannya terukur, tapi itu tidak bisa dilakukan karena sesama tahan,” tutur Stanislaus.

Sebelumnya, Bareskrim Polri telah malakukan visum terhadap rersangka kasus penista agama Muhammad Kece.

Hasilnya ada 10 luka yang dialami Muhammad Kece usai dianiaya Irjen Pol Napoleon Bonaparte di Rutan Bareskrim Polri.

Bagikan berita ini:
8
8
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar