Tak Lagi PPKM Level 4, Makassar Membaik Langsung ke PPKM Level 2

Selasa, 21 September 2021 10:01
Tak Lagi PPKM Level 4, Makassar Membaik Langsung ke PPKM Level 2

Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto.

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) luar Jawa-Bali diperpanjang kembali dua pekan. Makassar tak lagi masuk kategori PPKM level 4.

Sebelumnya ada 23 kabupaten/kota masuk PPKM Level 4. Namun untuk dua pekan berikutnya, sisa 10 kabupaten/kota. Di antaranya, Aceh Tamiang, Pidie, Bangka, Kota Padang, Kota Banjarbaru, Kota Banjarmasin, Kota Balikpapan, Kutai Kartanegara, Kota Tarakan, dan Bulungan. Tak ada lagi Makassar.

Bahkan sesuai Inmendagri Nomor 44 tahun 2021, Makassar sudah masuk penerapan PPKM Level 2. Sementara untuk PPKM Level 3 ada Bantaeng, Sinjai, Soppeng, Pinrang, Tana Toraja dan Luwu Timur. Kabupaten lain di level 2. Tak ada lagi wilayah di Sulsel masuk PPKM Level 4.

Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan tren kasus covid-19 di luar Jawa Bali menunjukkan kondisi yang makin membaik. Menurutnya, ini perlu dijaga. Sehingga penerapan PPKM tetap diperpanjang.

“Sesuai dengan arahan Bapak Presiden, maka akan dilakukan perpanjangan PPKM selama dua minggu. Mulai 21 September sampai dengan 4 Oktober untuk luar Jawa-Bali,” ungkapnya.

Kemudian diputuskan ada 10 kabupaten/kota yang tetap menerapkan PPKM level 4. Ini karena beberapa pertimbangan seperti masuk kawasan aglomerasi, banyaknya jumlah penduduk dan tingkat vaksinasi yang masih di bawah 50 persen. Berlaku di Aceh Tamiang, Pidie, Bangka, Kota Padang, Kota Banjarbaru, Kota Banjarmasin, Kota Balikpapan, Kutai Kartanegara, Kota Tarakan, dan Bulungan.

“Untuk PPKM Level 3 berlaku di 105 kabupaten/kota. Kemudian PPKM level 2 sebanyak 250 kabupaten/kota dan PPKM level 1 sebanyak 21 kabupaten/kota,” bebernya.

Untuk daerah yang masuk PPKM level 3 maka pemerintah melakukan pelonggaran atau penyesuaian kebijakan. Seperti untuk mal atau pusat perbelanjaan boleh beroperasi mulai pukul 10.00 hingga pukul 21.00 waktu setempat dengan kapasitas maksimal 50 persen. Untuk screening pengunjung dilakukan melalui aplikasi PeduliLindungi.

“Kemudian untuk bioskop juga dapat dibuka dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat dengan kapasitas maksimal 50 persen,” bebernya.(fik/fajar).

Bagikan berita ini:
3
7
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar