Temuan Profesor Asal Singapura, Kena Covid-19 Usai Vaksin Bikin Tubuh Makin Kebal

Selasa, 21 September 2021 12:06
Temuan Profesor Asal Singapura, Kena Covid-19 Usai Vaksin Bikin Tubuh Makin Kebal

Ilustrasi. (int)

Prof Ooi juga menjelaskan mengapa kombinasi vaksinasi dan infeksi ringan itu baik. Menurutnya tubuh kita memiliki dua cara utama untuk melawan infeksi.

Antibodi bertindak untuk mencegah virus memasuki sel di tubuh manusia yang perlu dilakukan untuk mereplikasi dirinya sendiri. Ini adalah garis pertahanan pertama.

Jika garis pertahanan ini gagal dan virus berhasil memasuki sel tubuh, garis pertahanan kedua akan masuk. Itu adalah peran sel T pembunuh yang menghancurkan sel-sel yang telah diserang oleh virus, sehingga tidak ada virus yang direplikasi yang dapat melarikan diri untuk menginfeksi lebih banyak sel.

Menurutnya vaksin mRNA seperti Moderna dan Pfizer-BioNTech, memang menghasilkan antibodi dan sel T pembunuh. Tetapi sel T pembunuh ini didasarkan pada kode dari virus asli yang digunakan untuk membuat vaksin.

“Jika virus terlalu banyak bermutasi, hal itu dapat memengaruhi respons. Itu kemungkinan alasan untuk perlindungan vaksin yang lebih rendah terhadap varian Delta saat ini,” katanya.

“Nah, ketika seseorang terinfeksi, tubuh mengenali penyerang dan mengembangkan sel T pembunuh. Sel T pembunuh yang dihasilkan oleh infeksi akan mengingat seluruh virus, termasuk mesin inti yang memungkinkan virus untuk bereplikasi. Bagian ini akan tetap tidak berubah bahkan jika bagian lain dari virus bermutasi di masa depan,” jelasnya.

Bagikan berita ini:
2
7
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar