Luhut Tebar Peringatan Keras, Laporkan Haris Azhar dan Fatia KontraS

Rabu, 22 September 2021 13:18
Luhut Tebar Peringatan Keras, Laporkan Haris Azhar dan Fatia KontraS

Luhut Binsar Pandjaitan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Usai melaporkan Direktur Lokataru Haris Azhar dan Fatia KontraS, Menko Luhut Binsar Pandjaitan langsung menebar peringatan keras.

Luhut mengingatkan agar siapapun tidak sembarangan menuding atau melontarkan fitnah dengan dalih kebebasan berpendapat atau berekspresi.

“Tidak ada kebebasan absolut,” tegas Luhut usai melayangkan laporan di Polda Metro Jaya, Rabu (22/9/2021).

Ia menekankan, kebebasan berpendapat dan berekspresi tetap harus bisa dipertanggungjawabkan.

Apalagi jika tudingan itu ternyata adalah sebuah fitnah dan bukan yang sebenarnya.

“Semua kebebasan harus bisa dipertanggungjawabkan. Karena saya tidak melakukan (yang ditudingkan Haris Azhar) itu,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pelaporan itu dilakukan Luhut merupakan langkah hukum terakhir yang bisa dilakukan.

Pasalnya, pihaknya sudah dua kali melayangkan somasi kepada Haris Azhar.

Dalam somasi itu, Luhut meninta Haris Azhar agar meminta maaf atas tudingan yang dialamatkan kepadanya.

Akan tetapi, dua kali somasi yang dilayangkan ternyata tidak mendapat respon dari Haris Azhar.

“Dia sudah dua kali disomasi tapi gak mau (minta maaf),” kata Luhut.

Pelaporan ini, jelas Luhut, adalah upaya untuk mempertahankan nama baiknya atas tudingan dan fitnah yang dillontarkan kepadanya.

“Saya kan mempetahankan nama baik saya, anak-cucu saya. Dia keterlaluan tidak mau minta maaf. Makanya saya laporkan,” tandasnya.

Untuk diketahui, permasalahan ini muncul setelah Haris Azhar mengunggah video wawancara dengan Koordinator KontraS, Fatia, melalui kanal Youtube-nya.

Video itu berjudul “Ada Lord Luhut Dibalik Relasi Ekonomi-Ops Militer Intan Jaya”.

Pada video tersebut, Fatia menyampaikan hasil riset yang menyatakan PT Tobacom Del mandiri (salah satu anak perusahaan Toba Sejahtera Group) bermain dalam bisnis tambang di Papua.

Di perusahaan itu, Luhut disebut merupakan salah satu pemilik sahamya.

Fatia menyatakan, riset itu merujuk pada kajian yang dilakukan koalisi LSM dengan judul “Ekonomi Politik Penempatan Militer di Intan Jaya”.

Riset tersebut juga menemukan adanya beberapa purnawirawan dan prajurit militer yang menempati jabatan strategis di beberapa perusahaan tambang.

Tak hanya itu, konten video Haris Azhar lainnya yang membahas soal rencana eksplorasi tambang emas di Blok Wabu, Intan Jaya, Papua, juga disomasi oleh Luhut

Obrolan yang diunggah pada 20 Agustus 2021 itu membahas hasil laporan gabungan koalisi masyarakat sipil mengenai “Ekonomi-Politik Penempatan Militer di Papua: Kasus Intan Jaya” yang diluncurkan 12 Agustus 2021. (fir/pojoksatu)

Bagikan berita ini:
10
1
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar