Mohon Pak Jokowi, Batalkan Kenaikan Cukai Rokok pada 2022!

Rabu, 22 September 2021 10:18

Industri rokok tembakau terpukul

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Gabungan Produsen Rokok Putih Indonesia (Gaprindo) Benny Wachjudi dan Pengurus Daerah Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan dan Minuman Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PD FSP RTMM SPSI ) Jawa Timur berkirim surat ke Presiden Jokowi.

Mereka meminta agar rencana kenaikan cukai rokok pada 2022 dibatalkan. Alasannya, ekonomi jutaan buruh industri rokok dan tembakau akan terganggu.

Ketua Umum Gaprindo Benny Wachjudi memaparkan pada tahun lalu, saat pendemi Covid 19 melanda, pemerintah menaikan harga jual eceran dan cukai rokok masing masing 23 persen dan 35 persen.

Kenaikan tersebut sangat tinggi. Kemudian pada tahun ini tarif cukai kembali naik di atas 12,5 persen.

“Kenaikan ini tentu sangat berat karena ditengah tengah situasi pandemi Covid19, situasi tersebut sangat tidak menguntungkan bagi industri hasil tembakau (IHT),” ujar Benny dalam keterangan tertulisnya Selasa (21/9).

Benny melanjutkan, selama ini IHT selalu ikut dan patuh pada apapun kebijakan pemerintah. Meski, pada 2020 dan 2021 kondisi IHT disebutnya sangat terpukul.

Bagikan berita ini:
9
10
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar