Upacara Pernikahan Masyarakat Bugis

Rabu, 22 September 2021 22:27

Baju adat Bugis. (FOTO: ISTIMEWA)

Oleh: Desy Selviana (Pustakawan DPK Sulsel)

Pernikahan merupakan salah satu cara melanjutkan keturunan dengan berdasar cinta kasih yang sah yang selanjutnya dapat mempererat hubungan antarkeluarga, antarsuku, bahkan antarbangsa. Dengan demikian, hubungan pernikahan itu merupakan jalinan pertalian yang seteguh-teguhnya dalam hidup dan kehidupan manusia, sehingga dapat dikatakan bahwa pernikahan itu wajib.

Hal itu sejalan dengan pandangan yang beranggapan bahwa seseorang dapat dikatakan utuh (makkalepu) jika ia telah melangsunglkan pernikahan. Dengan demikian, menjodohkan anak dengan sendirinya berarti menghubungkan atau mempertautkan dua keluarga menjadi satu. Hubungan pernikahan menyebabkan suatu keluarga terikat oleh suatu ikatan yang disebut masseddi siri. Masseddi siri berarti bersatu dalam mendukung dan mempertahankan kehormatan keluarga.

Berdasarkan hasil penelusuran literatur dari buku Upacara Pernikahan Masyarkat Bugis yang di tulis Nonci khususnya mengenai pengetahuan dan pemahaman tentang tata cara pelaksanaan upacara pernikahan pada masyarakat Bugus. Pernikahan ideal pada masyarakat Bugis terjadi jika seorang laki-laki maupun perempuan mendapat jodohnya dalam lingkungan keluarganya, baik dari pihak ibu maupun dari pihak ayah. Pernikahan dalam lingkungan keluarga makin mempererat hubungan kekeluargaan (kekerabatan).

Bagikan berita ini:
10
4
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar