Dana Hibah Cair Atas Perintah Eks Gubernur Sumsel Alex Noerdin

Kamis, 23 September 2021 08:56

ILUSTRASI.

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Kejagung RI mengungkap sejumlah kejanggalan dalam kasus dugaan korupsi dana wakaf Masjid Sriwijaya Palembang. Lokasi yayasan ikut bermasalah.

Kejagung mengungkapkan bahwa Yayasan Wakaf Masjid Sriwijaya tidak beralamat di Palembang.

“Bahwa Yayasan Wakaf Masjid Sriwijaya tersebut tidak beralamat di Palembang, melainkan beralamat di Jakarta,” kata Kapuspenkum Kejagung Leonard Eben Ezer dalam jumpa pers virtual, Rabu (22/9/2021).

Leonard mengatakan Pemprov Sumatera Selatan (Sumsel) awalnya menyebut lahan Masjid Sriwijaya Palembang itu sepenuhnya milik mereka.

Akan tetapi, belakangan lahan itu sebagian milik warga.

“Lahan pembangunan masjid tersebut semula dinyatakan oleh Pemprov adalah sepenuhnya aset Pemprov, ternyata sebagian adalah milik masyarakat,” jelasnya.

“Pembangunan Masjid Sriwijaya tersebut juga tidak selesai. Akibat penyimpangan tersebut telah merugikan keuangan negara sebesar Rp 130 miliar,” kata dia.

Dalam kasus ini, Kejaksaan menetapkan 3 tersangka baru, berikut nama-nama tersangka:

1. Alex Noerdin (AN) selau Gubernur Sumatera Selatan (2008-2013, 2013-2018)2. Muddai Madang (MM) selaku mantan Bendahara Yayasan Yayasan Wakaf Masjid Sriwijaya Palembang dalam pembangunan Masjid Sriwijaya Palembang3. Laonma PL Tobing mantan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Sumsel

Bagikan berita ini:
6
5
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar