Kewaspadaan terhadpa Serangan Siber, OJK Terbitkan 2 POJK Terbaru

Kamis, 23 September 2021 22:34

Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (IST)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pembatasan aktivitas masyarakat selama pandemi memaksa industri untuk bertransformasi kepada digitalisasi. Kondisi ini turut mempengaruhi layanan perbankan dalam memberikan service pada nasabah. Sehingga menimbulkan tren digital banking yang mana menggunakan layanan perbankan berbasis digital.

Namun, peralihan pada layanan digital tersebut muncul kewaspadaan terhadap potensi serangan siber. Sehingga keamanan sektor perbankan harus dapat melindungi nasabahnya dengan meningkatkan mitigasi risiko.

Direktur Eksekutif Penelitian dan Pengaturan Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Anung Herlianto mengatakan, pihaknya telah menerbitkan dua peraturan di sektor perbankan, yakni POJK Nomor 12 Tahun 2021 tentang Bank Umum Baru dan POJK Nomor 13 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Produk Bank Umum.

“POJK Nomor 12 Tahun 2021 memuat definisi bank digital, yakni bank berbadan hukum di Indonesia yang menyediakan layanan keuangan secara digitalisasi,” ujarnya dalam keterangannya, Kamis (23/9).

Anung menyebut, bank digital sendiri meliputi bank yang memiliki cangkang bank konvensional, kemudian melakukan layanan ke ranah digital. Namun ada juga bank dengan bentuk baru yang sepenuhnya digital atau tidak memiliki kantor fisik.

Bagikan berita ini:
3
6
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar