Ahli Temukan Varian R.1, Lebih Cepat Menyebar dari Delta

Jumat, 24 September 2021 11:18

Ilustrasi Covid-19 di Amerika

FAJAR.CO.ID – Sejumlah kasus Covid-19 varian baru yang dikenal dengan R.1 ditemukan pada panti jompo di Kentucky, Amerika Serikat pada Maret lalu.

Gubernur Kentucky, Andy Beshear, mengatakan wilayahnya menjadi di antara tiga negara bagian di AS yang tercatat memiliki kasus infeksi Covid-19 varian R.1 tertinggi.

Menurut laporan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) dari total 199 pasien dan perawat di panti jompo itu, ada sekitar 26 pasien dan 20 perawat yang positif terinfeksi Covid-19. Sebanyak 28 spesimen yang diteliti terjangkit Covid-19 varian R.1.

“Risiko penularan varian R.1 terhadap pasien yang tidak divaksin tiga kali lebih tinggi dari mereka yang telah divaksinasi,” bunyi laporan CDC.

Sementara itu, sekitar 90 persen penghuni panti jompo dan 52 persen staf fasilitas itu telah merampungkan dua dosis vaksiN Covid-19. Namun, di antara mereka yang telah divaksin, sebanyak 25,4 persen pasien dan 7,1 persen perawat tetap terinfeksi Covid-19.

Menurut analisis CDC, data tersebut menimbulkan kekhawatiran bahwa antibodi vaksin Covid-19 tidak begitu efektif melawan varian R.1.

Bagikan berita ini:
7
6
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar