Jumeri: Ada Empat Kesalahan Pemahaman soal Klaster PTM Terbatas

Jumat, 24 September 2021 17:14

Ilustrasi pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah. (DIPTA WAHYU/JAWA POS)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Menengah (PAUD Dikdasmen) Kemendikbudristek Jumeri memberikan klarifikasi atas informasi adanya 1.296 klaster covid-19 di sekolah. Kata dia, itu adalah mispersepsi data.

“Terkait pemberitaan yang viral saat ini terkait terdapat 1.296 klaster sekolah. Perlu diklarifikasi ada misersepsi yang terjadi. Ada empat kesalahan pemahaman soal klaster Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas,” jelasnya dalam telekonferensi pers, Jumat (24/9).

Pertama, angka 1.296 atau 2,8 persen dari 46.580 yang dikatakan sebagai klaster merupakan mispersepsi. Jumlah itu adalah sekolah yang melaporkan bahwa warga sekolahnya pernah atau sedang tertular Covid-19.

“Itu adalah data yang menunjukkan satuan pendidikan yang melaporkan soal aplikasi kita bahwa ada yang warganya terkena Covid-19,” tutur dia.

Lalu, Jumeri mengatakan belum tentu penularan Covid-19 itu terjadi saat diadakannya PTM terbatas. Sebab, bisa jadi penularan itu ada ketika pelajar masih menjalankan pembelajaran jarak kauh (PJJ).

Kemudian juga angka 2,8 persen tersebut bukan ketika masa PTM terbatas dilakukan saja. Melainkan merupakan data akumulasi sejak Juli 2020 atau 14 bulan yang lalu.

Bagikan berita ini:
5
2
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar