Pendeta Saifuddin Kembali Lantang, Napoleon Diminta Dipenjarakan di Nusakambangan

Jumat, 24 September 2021 13:58

Irjen Pol Napoleon Bonaparte. (Foto Jawapos.com)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pendeta Saifuddin Ibrahim mengomentari keputusan mengenai langkah Polri terhadap Irjen Napoleon Bonaparte.

Sebagaimana diketahui perwira polisi yang diduga menganiaya Muhammad Kace itu di sel isolasi.

Pendeta Saifuddin manyahut, mengisolasi Napoleon kurang tepat. Seharusnya dia dikirim ke penjara Nusakambangan, Jawa Tengah.

“Itu bukan jenderal, model begitu. Kalau bisa bawa ke Nusakambangan. Itu bukan orang yang cinta NKRI,” kata Saifuddin saat dihubungi jpnn.com, Jumat (24/9).

Dia lantas mengemukakan alasannya meminta Napoleon dikirim ke Nusakambangan.

Walau berstatus tahanan, Napoleon dikatakan menggunakan posisinya sebagai jenderal aktif untuk mengintervensi tugas polisi.

“Dia (Napoleon Bonaparte, red) masih jenderal aktif. Jadi, dia ditakuti oleh penjaga sel di bawah itu. Dia semaunya melakukan intervensi tugas polisi,” kata Saifuddin.

Dia menambahkan bahwa apa yang telah dilakukan Napoleon adalah merusak tatanan di Polri.

Pria yang mengaku kerabat Muhammad Kace itu mengingatkan bahwa Napoleon bukanlah polisi agama.

“Tidak ada polisi agama di Indonesia. Dia belajar akademi polisi di mana, di Mekah?” ujar Saifuddin.

Bagikan berita ini:
10
7
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar