Waspadai Penarik Retribusi Abal-abal, Legislator: Kalau Preman-preman Menagih, Janganki Mau

Jumat, 24 September 2021 19:22

Anton Paul Goni

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Anggota DPRD Kota Makassar, Anton Paul Goni, mengingatkan masyarakat untuk waspada kepada oknum-oknum yang meminta pungutan liar pada usaha-usaha kecil.

Sebab, bisa jadi oknum-oknum itu bukan berasal dari instansi pemerintah yang menangani retribusi itu.

Kata legislator PDI Perjuangan ini, jika ada oknum yang meminta retribusi pada jasa usaha milik warga, harus menyertakan bukti dari Pemerintah Kota Makassar.

Hal tersebut untuk meminimalisir tindakan premanisme atau penarik retribusi jasa usaha abal-abal kepada pelaku usaha-usaha kecil di Kota Makassar.

“Kalau ada orang yang mau memanfaatkan, misalkan datang menagih lantas tidak punya karcis dan tidak tahu dari mana, atau preman-preman itu janganki mau,” ucap Anton kepada fajar.co.id saat ditemui di Hotel Grand Celino Makassar, Jumat (24/9/2021).

Retribusi itu harus disertakan bukti pembayaran dari Pemerintah Kota Makassar. Hal tersebut tertuang dalam Perda nomor 13 tahun 2011 tentang Retribusi Jasa Usaha.

“Karena retribusi itu harus disetor kepada pemerintah dengan tanda bukti bahwa masyarakat sudah membayar retribusi,” tegasnya.

Bagikan berita ini:
8
6
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar