Yusril Ihza Jadi Kuasa Hukum Kubu Moeldoko, Rachland Demokrat: Kuku-kuku Tajam dari Praktek Politik Penindas

Jumat, 24 September 2021 10:34

Anggota Dewan Pertimbangan DPP Partai Demokrat, Rachland Nashidik

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Advokat senior, Yusril Ihza Mahendra menjadi kuasa hukum empat mantan kader Partai Demokrat kubu Moeldoko. Yusril mendampingi empat kader yang menggugat AD/ART Partai Demokrat ke Mahkamah Agung.

Langkah itu langsung direspons Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Partai Demorkat, Rachland Nashidik melalui pernyataan resminya yang diunggah oleh kader Partai Demokrat Cipta Panca Laksana di akun Twitternya, Jumat (24/9/2021).

Pihaknya mengaku heran dengan alasan mantan Menteri Sekretaris Negara di era SBY itu menjadi kuasa hukum Moeldoko Cs.

“@Yusrilihza_Mhd mengaku netral dalam skandal pembegalan Partai Demokrat oleh Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. Ia mengaku menjadi kuasa hukum Moeldoko karena peduli demokratisasi dalam tubuh parpol,” kata Rachland.

“Tapi skandal hina pengambil-alihan paksa Partai Demokrat oleh unsur Istana, yang pada kenyataannya dibiarkan saja oleh Presiden, pada hakikatnya adalah sebuah krisis moral politik. Dan orang yang mengambil sikap netral dalam sebuah krisis moral, sebenarnya sedang memihak pada si kuat,” lanjutnya.

Yusril Ihza Mahendra jadi kuasa hukum kubu Moeldoko Cs untuk menggugat AD/ART Demorkat ke MA

Diketahui alasan Yusril menerima pinangan kubu KLB Deli Serdang itu karena menurutnya terdapat kekosongan hukum berupa ketiadaan otoritas negara untuk menguji kesesuaian AD/ART partai politik dengan Undang-undang. Maka Yusril mendesak Mahkamah Agung agar mengklaim kewenangan tersebut dan menguji AD/ART Partai Demokrat.

Bagikan berita ini:
3
1
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar