Minta Aparat Tidak Buru-buru Menyimpulkan ODGJ ke Pembakar Mimbar, Mahfud MD: Itu Hak Pengadilan

Minggu, 26 September 2021 12:00

Kabba, pelaku pembakar mimbar masjid yang berhasil ditangkap.

FAJAR.CO.ID — Menteri Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, meminta aparat penegak hukum untuk tidak terburu-buru menyimpulkan pelaku pembakaran mimbar Masjid Raya Makassar dilakukan oleh orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

“Jangan terburu-buru memutuskan bahwa pelakunya adalah orang gila seperti yang sudah-sudah,” kata Mahfud dalam siaran YouTube, Minggu (26/9/2021).

Mahfud tak sepakat jika pelaku penyerangan terhadap rumah ibadah maupun tokoh agama disebut ODGJ. Hal ini harus berdasarkan putusan pengadilan.

“Hanya pengadilan yang berhak menyatakan status kejiwaan seorang pelaku tindak pidana. Kalau ada keraguan bahwa pelaku sakit jiwa, biar hakim yang memutuskan,” ucap Mahfud.

Kejadian penyerangan ke tokoh agama juga belum lama terjadi kepada Ustaz Abu Syahid Chaniago saat mengisi ceramah di Masjid Baitusyakur, Batam, pada Senin (20/9) lalu.

Mahfud memerintahkan, agar aparat kepolisian tetap melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap pelaku penyerangan tersebut untuk dibawa ke pengadilan.

“Dulu, ketika Syeikh Ali Jaber dianiaya (diserang dengan badik) oleh seseorang, lalu ada yang berteriak, keluarganya, dan sebagainya, bahwa pelakunya orang gila,” ucap Mahfud.

Bagikan berita ini:
6
4
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar